Maulid Nabi Wong Using: Endog-endogan
Setiap daerah pasti memiliki tradisi dan budaya masing-masing. Di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur ini mempunyai tradisi endog-endogan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini biasanya diselenggarakan oleh masyarakat yang bersuku osing (Wong Osing). biasanya peringatan Maulid Nabi ini serentak diadakan mulai pada 12 Rabi’ul awwal. Acara di kota biasanya dilakukan di depan kantor PEMDA.
Akan tetapi acara di wilayah wong osing lebih ramai. Di Desa Sraten khususnya, acara Maulid nabi yang sudah seperti menjadi upacara adat ini berlangsung dipagi hari tanggal kelahiran Nabi. Beberapa hari sebelumnya masyarakat disana sudah mempersiapakan acara tersebut dengan baik. Masing-masing seakan punya tugas sendiri untuk membuat acara semeriah dan mempunyai kesan baik.
Akan tetapi acara di wilayah wong osing lebih ramai. Di Desa Sraten khususnya, acara Maulid nabi yang sudah seperti menjadi upacara adat ini berlangsung dipagi hari tanggal kelahiran Nabi. Beberapa hari sebelumnya masyarakat disana sudah mempersiapakan acara tersebut dengan baik. Masing-masing seakan punya tugas sendiri untuk membuat acara semeriah dan mempunyai kesan baik.
acara yang sudah menjadi tradisi ini diadakan oleh takmir dan remaja Masjid Desa Sraten. Jika saat acara tiba, setiap masing-masing rumah/ yang ikut memeriahkan mengeluarkan hasil garapannya. Banyak yang dari mereka membuat bunga (kembang endog) seindah mungkin, ada yang membuat dari pohon pisang, kayu, bambu, kertas dan lain sebgainya. Dan saat ini hasil kreatifitas mereka dilombakan agar ada pengharkan atas kerja keras dan ide yang sudah dituangkan. Semua hasil tersebut dipamerkan dahulu ditengah jalan sebelum dipawaikan dan diusung kemasjid bersama bingkisan nasi dan kue guna dibagikan kembali kepada jama’ah dzikir maulid. Yang tak kalah menariknya adalah jumlah telur dan bingkisan nasinya yang mencapai ±10.000 butir dan ±1000 kotak.
Dulunya acara ini tak banyak orang luar yang hadir untuk menyaksikan ramainya parade tersebut, tapi saat ini setiap kali acara terlaksana semakin bertambah pula pengunjung dari luar daerah. Bahkan benyak yang dari mereka berkata “tak ada yang seperti ini ditempatku”, “hebatnya masyarakat disini hingga mampu mengumpulkan segitu banyak telur demi meramaikan hari lahir Nabi”, dan masih banyak opini-opini lainnya. Memang Peringatan Hari Besar Islam termasuk acara yang ramai jika dibandingkan dengan dengan peringatan hari besar lainnya. Karena jika sudah memasuki bulan Maulid, masyarakat mampu memperingatinya hingga dipenghujung Bulan Maulid. Biasa setiap Musholla, setiap masing-masing kelompok pengajian memperingatinya dengan waktu yang berbeda secara bergantian. Jadi tak ada hampanya jika kita sudah memasuki Bulan Maulid.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar