Bagiak Sebagai Jajanan Khas Banyuwangi
Kali ini hal yang menjadi perbincangan adalah oleh-oleh khas Banyuwangi. Jajanan kering itu bernama Bagiak. Kue yang berbahan dasar tepung sagu ini sangatlah renyah. Dulunya kue ini hanya di produksi di daerah Songgon (daerah yang terkenal akan penghasil buah terutama buah durian) dan hanya menjadi sajian dirumah saja, akan tetapi saat ini kue bagiak sudah menjadi salah satu oleh-oleh khas Banyuwangi.
Sehingga sekarang orang-orang membuatnya dengan berbagai rasa dan warna, ada yang rasa jahe, kacang, keningar, keju, kacang hijau, coklat. Dan warnanya biasanya putih kecoklatan, ada juga coklat, atau dengan taburan wijen.
Sehingga sekarang orang-orang membuatnya dengan berbagai rasa dan warna, ada yang rasa jahe, kacang, keningar, keju, kacang hijau, coklat. Dan warnanya biasanya putih kecoklatan, ada juga coklat, atau dengan taburan wijen.
Kue yang enak ini ternyata pembuatannya juga lumayan rumit. ntuk pembuatannya sendiri cukup memakan waktu, karena parutan kelapa harus disangrai dahulu baru kemudian dicampur dengan bahan dasar lainnya untuk membuat adonan. Setelah adonan jadi baru kemudian membentuk adonan itu lonjong panjang, setelah itu diopen hingga agak kecoklatan atau kering, sehingga jika digigit akan terasa renyah meski bentuknya tebal. Tapi ada satu yang menjadi kekhasan dari kue ini yaitu katanya kalau bagian atas kue tidak pecah-pecah (merekah) berarti pembuatan kue Bagiak tidak berhasil. “Waahhhhhh......,,,, padahal lumayan sulit lho kawan untuk membuat hasilnya bisa pecah-pecah”.
Jika di Desa Sraten ( Desanya Wong Using pula) juga banyak yang menyukai kue ini. Selain biasanya untuk sajian di rumah, kadang kue ini disajikan saat ada acara tertentu, misal hari raya, waktu hajatan, atau acara-acara keluarga lainnya. Memang dari sisi itulah budaya milik suatu daerah akan tetap terjaga dan terpelihara, meski kini para generasi muda sudah tak banyak yang membuka mata untuk kekayaan Banyuwangi yang satu ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar