13 April 2012, pertama kali ku menginjakkan kaki di perpustakaan universitas negeri dan ternama di Surabaya… bukan komentar dan bukan pula celaan, namun itu adalah sebuah cermin bagiku sebagai seorang calon librarian. Di kelas kuliah aku sudah banyak dijejali dengan banyak teori, pemikiran dan pengetahuan . namun kesadaran akan hal-hal yang bersifat kecil atau spele sangat rendah. Sebagai akademika yang belajar pada sebuah disiplin keilmuan yang konsentrasinya adalah untuk perpustakaan harus tetap memperhatikan masalah-masalah dan teori-teori kecil yang sangat berpengaruh pada pelayanan terbaik.
aku terkaget ketika masuk kawasan perpustakaan yang seakan tak memepdulikan keindahan lingkungan sekitar. Aku terkaget pula setelah masuk perpustakaan, terdengar bapak pustakawan memarahi seorang pemustaka (mahasiswanya sendiri). Bapaknya ngomel masalah scan barcode kartu perpustakaan.
aku terkaget ketika masuk kawasan perpustakaan yang seakan tak memepdulikan keindahan lingkungan sekitar. Aku terkaget pula setelah masuk perpustakaan, terdengar bapak pustakawan memarahi seorang pemustaka (mahasiswanya sendiri). Bapaknya ngomel masalah scan barcode kartu perpustakaan.
Aku pemustaka dari universitas lain, jadi harus ngurus izin masuk lewat TU. Seorang Ibu pustakawan menyapaku dengan nada tinggi, “ ada apa mbk? Sebentar aku masih ngelayanin mbk ini”, astaghfirullah beginikah pelayanan pustakawan itu (aku sebagai pemustaka). Padahal aku belum mengucap satu kata pun. Akhiranya ada mas pustakawan yang bertanya padaku dengan ramah “ ada apa mbk? Silahkan! Mbak bisa langsung masuk”, Alhamdulillah akhirnya aku tidak dipersulit untuk masuk. Setelah sampai ruangan yang kutuju aku juga sempat berbincang-bincang dengan pustakawannya, ternyata bapak pustakawannya member respon dengan sikap yang menurut saya kurang baik jika dilakukan saat itu. Bapaknya menjawab sambil merokok dan ngopi, itu pun dengan kaki yang satu ditopang ke kaki satunya.Mungkin bagi temen-temen atau pemustaka yang nggak belajar di disiplin ilmu ini juga akan terfikir dan sensitive dengan hal itu.
Aku langsung terfikir, ternyata sebagai seorang pustakawan yang berkecimpung dalam dunia social itu harus mempunyai pribadi baik dengan didukung komunikasi dan sikap yang baik pula. Mungkin ini bukan cerita yang indah tapi bermanfaat bagiku untuk memotivasi diri menjadi pribadi baik.
#dikutip dari tulisan kecilku 15 April 2012
#dikutip dari tulisan kecilku 15 April 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar